e-Syar’iRujukan Tarjih Muhammadiyah
Kembali ke pustaka lengkap
Fatwa Tarjih · Aqidah

Sifat Rahman dan Rahim Allah

Pertanyaan

Bagaimana memahami sifat Rahman dan Rahim Allah ketika manusia, termasuk anak kecil, mengalami kebakaran, penyakit berat, atau kebutaan sejak lahir? Bukankah keadaan itu tampak sebagai siksaan?

Sampul Tanya Jawab Agama Jilid 1
Tanya Jawab Agama Jilid 1Alih media bahan halaman 1–25
01
Jawaban lengkap

Pokok jawaban

Allah menciptakan alam semesta atas iradah dan qudrat-Nya, bukan secara keliru atau sekadar main-main, melainkan mempunyai tujuan. Manusia sebagai bagian dari alam juga tidak diciptakan dengan sia-sia; manusia akan kembali kepada Allah dan diminta pertanggungjawaban atas amalnya.

Ayat-ayat tersebut menunjukkan kekuasaan Allah sebagai Khalik dan kedudukan manusia sebagai makhluk. Kewajiban manusia ialah tunduk dan patuh menurut kemampuannya: berbuat baik, berusaha, dan tetap berharap kepada Allah. Apa yang diterima setelah ikhtiar dan doa berada dalam takdir Allah dan tidak terlepas dari sifat Rahman dan Rahim-Nya.

Manusia perlu meyakini bahwa sifat Rahman dan Rahim berjalan bersama sifat-sifat Allah yang lain. Hidup dan mati merupakan ujian untuk menilai sikap dan amal manusia. Yang dinilai bukan ketundukan fisik semata, melainkan ketaatan hati, keridaan, dan tanggung jawab dalam menjalani keadaan yang diberikan.

Sesuatu yang menimpa manusia dapat tampak sebagai nikmat atau penderitaan. Kenikmatan dapat menjadi ujian yang berujung pada kesengsaraan jika disalahgunakan; sebaliknya, penderitaan dapat melahirkan kebaikan dan kebahagiaan. Karena itu, pemberian yang menyenangkan disyukuri, sedangkan kesulitan menjadi peringatan dan dorongan untuk memperbaiki diri.

Tawakal bukan sikap pasif. Tawakal berjalan bersama usaha, kesabaran, dan doa. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik disebutkan bahwa seorang hamba yang diuji dengan kehilangan penglihatan lalu bersabar akan memperoleh penggantian berupa surga.

Pengetahuan manusia juga terbatas. Ada penyakit yang obatnya belum ditemukan dan ada permohonan yang dikabulkan atau ditunda. Allah lebih mengetahui apa yang membawa kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat manusia. Seperti orang tua yang tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur demi menghindarkannya dari bahaya, tidak semua yang tidak diberikan berarti tidak adanya kasih sayang.

Dalil dan rujukan

Rujukan yang disebut dalam bahan

  • QS. Al-Anbiya [21]: 16
  • QS. Al-Mu’minun [23]: 115
  • QS. Az-Zariyat [51]: 56
  • QS. Al-Hasyr [59]: 22–23
  • QS. Ar-Ra’d [13]: 15
  • QS. Al-Fajr [89]: 15–16
  • HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik