BANYURADEN - Penyusunan ceramah dan khutbah menjadi fokus pelatihan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banyuraden, Gamping, Sleman, Ahad (27/9/2026). Kegiatan ini membekali peserta untuk menyiapkan materi dakwah yang tertata, memiliki dasar keilmuan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Manhaj Tarjih Muhammadiyah menjadi pijakan dalam penyusunan materi. Peserta mendapatkan pembekalan tentang pendekatan keislaman, pengolahan pesan dakwah, dan psikologi komunikasi, kemudian mempraktikkannya melalui penulisan naskah ceramah dan khutbah.
Pelatihan mempertemukan lima program studi UMS: Magister Hukum Ekonomi Syariah, Magister Teknik Industri, serta program sarjana Teknik Industri, Psikologi, dan Hukum Ekonomi Syariah. Kolaborasi tersebut membawa perspektif keislaman dan komunikasi ke dalam pengembangan kemampuan dakwah di tingkat ranting.
Dari pembekalan ke penulisan naskah
Narasumber yang memberikan materi meliputi Muhammad Arsyad Arifi, Lc.; Dr. Isman, S.H.I., S.H., M.H.; Sahman, Lc.; M. Bagus Sudinadji, S.Psi.; dan Aad Satria Permadi, S.Psi., M.A., Ph.D. Pembahasan mencakup cara menyusun pesan agama dan memperhatikan aspek komunikasi saat menyampaikannya kepada masyarakat.
Setelah pemaparan materi, peserta berlatih menyusun naskah. Praktik ini mengarahkan peserta untuk mengembangkan ceramah dan khutbah yang memperhatikan konteks sosial serta kebutuhan umat, sejalan dengan prinsip Manhaj Tarjih Muhammadiyah.

Panduan kultum untuk dakwah Ramadan
Salah satu karya panduan dakwah hasil pelatihan ialah Panduan Kultum Ramadhan 30 Hari yang disusun Rohmat Teguh S., S.Si. Buku tersebut memuat materi kultum berlandaskan Al-Qur'an dan sunah yang sahih, sekaligus pedoman teknis dan adab bagi mubaligh serta mubalighah.
Materi buku dibagi menjadi empat bagian. Pekan pertama membahas pemurnian akidah dan mutu ibadah. Bagian berikutnya mengangkat akhlak dan kesalehan sosial, dilanjutkan tema sains, lingkungan, serta kesehatan. Bagian penutup membahas Lailatul Qadar, zakat fitrah, dan istiqamah.
Perwakilan Tim PKM UMS, Ir. Afiqoh Akmalia Fahmi, M.Sc., menyampaikan harapan agar kerja sama perguruan tinggi dan masyarakat memperkuat kontribusi akademis bagi pembinaan kader dakwah. Kader diharapkan memiliki bekal intelektual, mampu berkomunikasi dengan baik, dan tanggap terhadap kebutuhan umat.
Di Banyuraden, pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kemampuan dakwah melalui kerja sama ranting dan perguruan tinggi. Pembekalan dan praktik penulisan memberi peserta kesempatan menghubungkan pengetahuan keislaman dengan penyusunan materi yang dapat digunakan dalam ceramah maupun khutbah.
Foto utama: Suara Muhammadiyah (Foto Istimewa). Dokumentasi pelatihan: Magister Hukum Ekonomi Syariah UMS.
Rujukan redaksi: PDM Sleman · Suara Muhammadiyah · Magister Hukum Ekonomi Syariah UMS.
