SLEMAN — Sebanyak 70 pengurus dan anggota Muhammadiyah Banyuraden mengikuti kegiatan Commitment Building di Taman Sendang Bandung, Moyudan, Sleman, Sabtu, 22 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari pendampingan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk memperkuat kerja bersama di tingkat ranting.
Peserta tidak hanya berasal dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Kegiatan juga mempertemukan unsur Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM), serta Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Banyuraden. Komposisi tersebut membuat proses penguatan organisasi berlangsung lintas generasi dan lintas unsur Persyarikatan.

Belajar organisasi melalui pengalaman bersama
Rangkaian pagi dikemas dalam bentuk permainan dan tantangan kelompok. Setiap aktivitas menempatkan peserta pada situasi yang membutuhkan komunikasi, rasa percaya, pembagian tugas, kepemimpinan, inisiatif, dan tanggung jawab. Dengan cara itu, pembicaraan mengenai organisasi tidak berhenti pada teori, tetapi dialami langsung oleh peserta.
Permainan kelompok juga memperlihatkan bahwa hasil bersama tidak dapat ditopang oleh satu atau dua orang. Kelompok bergerak lebih baik ketika anggotanya mengetahui peran, saling membantu, dan bersedia mengambil keputusan pada waktu yang tepat. Pengalaman inilah yang kemudian dihubungkan dengan aktivitas Persyarikatan di Banyuraden.

Dari anggota menjadi penggerak
Setelah permainan, anggota Tim PkM UMS M. Bagus Sudinadji, S.Psi., M.Psi., memandu refleksi bersama. Peserta diajak menilai kembali keterlibatan masing-masing: kontribusi yang sudah diberikan, ruang yang masih dapat diisi, dan langkah yang bisa dilakukan tanpa menunggu orang lain memulai.
Refleksi tersebut menegaskan pergeseran penting dalam kehidupan organisasi. Menjadi bagian dari Muhammadiyah bukan hanya hadir dalam kegiatan, melainkan juga peduli terhadap kebutuhan organisasi, bersedia menerima amanah, serta menjaga keberlanjutan program bersama.
Ketua Tim PkM UMS Ir. Afiqoh Akmalia Fahmi, S.T., M.Sc., menempatkan kebersamaan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih nyata. Semangat yang tumbuh selama kegiatan diharapkan terbawa ke dalam rapat, pelayanan warga, dakwah, kaderisasi, dan pengelolaan program di lingkungan Banyuraden.
Penguatan dilanjutkan dalam sesi indoor
Rangkaian kegiatan kemudian beralih ke sesi dalam ruang. Penasihat PRM Banyuraden H. Samiyanto menyampaikan penguatan mengenai komitmen berorganisasi. Materi ini membantu peserta menyambungkan pengalaman outbound dengan kebutuhan Persyarikatan sehari-hari: menjaga komunikasi, memperjelas pembagian kerja, dan memastikan amanah tidak berhenti sebagai rencana.

Evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif pada pemahaman peserta mengenai kerja sama, kontribusi, keberanian mengambil inisiatif, serta pentingnya aksi nyata. Hasil tersebut menjadi modal bagi PRM dan organisasi otonom untuk membangun pola kerja yang tidak bertumpu pada beberapa pengurus saja.
Menjaga kolaborasi lintas unsur
Ketua PRM Banyuraden H. Luswikantoro Haris menyambut kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh unsur Persyarikatan. Langkah berikutnya adalah menerjemahkan energi yang terbentuk selama kegiatan menjadi kontribusi yang terukur dalam program organisasi.
Kegiatan ini sekaligus melanjutkan proses pendampingan yang telah disiapkan sejak pertengahan 2026. Pada tahap sebelumnya, PRM Banyuraden dan Tim UMS memetakan tiga ruang penguatan, yaitu sumber daya manusia dan kaderisasi, kapasitas mubaligh serta program dakwah, dan pengembangan kewirausahaan serta kepedulian terhadap aset. Commitment Building menjadi salah satu jembatan agar ketiga ruang tersebut digerakkan oleh rasa memiliki bersama.
Program pengabdian ini didukung hibah Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DRPPS) UMS. Bagi Muhammadiyah Banyuraden, nilai utama kegiatan terletak pada kesinambungannya: komunikasi yang semakin terbuka, lebih banyak kader yang berani mengambil peran, dan kerja lintas PRM, PRA, PRPM, serta PRNA yang terus terpelihara setelah kegiatan selesai.
Sumber dan keterangan redaksi
Berita ini disusun ulang oleh Redaksi PRM Banyuraden berdasarkan dokumentasi kegiatan tanggal 22 Agustus 2026, publikasi resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta, pemberitaan ANTARA News Jawa Tengah, serta konteks program pendampingan yang diberitakan UMS pada 30 Juni 2026. Struktur dan narasi artikel ditulis secara mandiri untuk arsip PRM Banyuraden.
