Penciptaan Iblis
Jika Allah mengetahui pembangkangan iblis dan godaannya kepada manusia, mengapa iblis dan manusia tetap dimintai pertanggungjawaban?
Pokok jawaban
Iblis disiksa karena membangkang dan bersikap takabur. Manusia menerima amanat yang tidak disanggupi makhluk lain, sehingga manusia dimintai pertanggungjawaban atas kesanggupannya menjalani amanat tersebut.
Dalam perjalanan hidup, manusia membutuhkan aqidah sebagai keyakinan yang membimbing pelaksanaan amanat dan mengarahkannya kepada kebahagiaan. Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa Allah tidak ditanya mengenai apa yang diperbuat-Nya, sedangkan manusialah yang akan ditanya.
Karena itu, manusia tidak diarahkan untuk berspekulasi tanpa batas tentang alasan penciptaan langit, bumi, hari kiamat, atau keberadaan setan. Tugas manusia ialah memahami petunjuk yang diberikan, menjaga aqidah, dan mempertanggungjawabkan pilihan serta amalnya.
Rujukan yang disebut dalam bahan
- QS. Al-Baqarah [2]: 34 dan 36
- QS. Al-Ahzab [33]: 72–73
- QS. Taha [20]: 120–121
- QS. Al-Anbiya [21]: 23