GAMPING — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan koordinasi persiapan program pengabdian bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banyuraden, Minggu (28/6/2026). Pertemuan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tim UMS terdiri atas Afiqoh Akmalia Fahmi, M. Bagus Sudinadji, Kussudyarsana, Aad Satria Permadi, dan Isman. Pertemuan itu juga dihadiri jajaran PRM Banyuraden, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Banyuraden, Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Banyuraden, serta Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah Banyuraden.
Koordinasi tersebut menjadi pertemuan kedua setelah sebelumnya tim dan mitra melakukan diskusi daring untuk memetakan kondisi awal, potensi, kebutuhan, serta ruang penguatan organisasi di PRM Banyuraden. Pada pertemuan ini, tim memaparkan hasil pemetaan sekaligus rancangan kegiatan yang akan dijalankan selama program pengabdian.
Ketua tim pengabdian, Afiqoh Akmalia Fahmi, menyampaikan PRM Banyuraden memiliki modal organisasi yang kuat.
“Struktur persyarikatan dan organisasi otonom telah terbentuk, kegiatan dakwah dan sosial berjalan rutin, serta tersedia Gedung Dakwah yang dimanfaatkan untuk kegiatan internal maupun masyarakat. PRM Banyuraden juga memiliki prestasi sebagai ranting terbaik di Cabang Gamping dan tengah mempersiapkan diri mengikuti penilaian pada tingkat berikutnya,” jelas Afiqoh, Selasa (30/6/2026).
Membangun rasa memiliki
Berdasarkan hasil pemetaan bersama, terdapat tiga ruang penguatan utama, yakni pengembangan sumber daya manusia dan kaderisasi, penguatan kapasitas mubaligh serta program dakwah, dan pengembangan kewirausahaan sekaligus kepedulian terhadap aset organisasi.
Ketiga aspek tersebut dihubungkan oleh upaya membangun rasa memiliki, sehingga anggota tidak sekadar hadir, tetapi juga terlibat aktif, bekerja sama, dan mengambil tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
Afiqoh menjelaskan rencana kegiatan pengabdian mencakup program engagement dan teamwork melalui pengembangan kapasitas organisasi, penguatan korps mubaligh melalui penyusunan serta praktik kultum berbasis tarjih, serta kegiatan kewirausahaan yang diarahkan pada munculnya gagasan produktif dan meningkatnya kepedulian terhadap pengelolaan Gedung Dakwah.
“Melalui koordinasi ini, tim UMS dan PRM Banyuraden akan menyempurnakan bentuk kegiatan, peserta, jadwal, serta target capaian agar program sesuai kebutuhan dan nantinya dapat dilanjutkan secara mandiri oleh mitra,” ujar Afiqoh.
Disambut unsur persyarikatan
Ketua PRM Banyuraden, Luswikantoro Haris, menyambut baik inisiasi dari tim UMS. Menurutnya, pendampingan tersebut dapat membantu PRM memetakan kebutuhan organisasi sekaligus menentukan langkah penguatan yang lebih terarah.
Senada dengan itu, Ketua PRA Banyuraden, Widjayanti, berharap kegiatan tidak berhenti pada masa pelaksanaan program, tetapi mampu melahirkan aktivitas yang terus dijalankan unsur persyarikatan setelah program pengabdian selesai.
Penasihat PRM Banyuraden sekaligus pengelola Gedung Dakwah Muhammadiyah Banyuraden, Samiyanto, berharap program ini dapat diwujudkan secara konkret, terutama dalam memetakan potensi sumber daya manusia, memperluas keterlibatan anggota, serta menumbuhkan kesadaran untuk mengambil peran dalam organisasi.
Maysali · Editor: Alan Aliarcham
Kredit foto dan naskah: Muhammadiyah Solo. Baca publikasi asli di Muhammadiyah Solo.
